10
Mei
11

Analisa Break Even

ANALISA BREAK – EVEN

Salah satu fungsi manajemen adalah planing atau perencanaan atau perencanaan, dan perencanaan ini merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan karena akan mempengaruhi secara langsung terhadap kelancaran maupun keberhasilan perusahan dalam mencapai tujuannya.

Kelancaran dan keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada kemampuan manajemen dalam membuat rencana kegiatan di masa yang akan datang, baik perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.

Tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba dan besar kecilnya laba yang dicapai akan merupakan ukuran kesuksesan manajemen dalam mengelola perusahaannya.

Untuk mencapai laba yang besar, manajemen dalam perencanaannya harus melakukan hal-hal  sebagai berikut:

  1. Menekan biaya produksi dan biaya operasi  serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada.
  2. Menentukan harga jual sesuai dengan laba yang dikehendaki
  3. Meningkatkan volume penjualan

♣  Ketiga langkah tersebut tidak dapat dilakukan secara terpisah karena biaya produksi, biaya operasi, harga jual dan volume penjualan mempunya hubungan yang saling berkaitan.

  Biaya produksi akan menentukan haga jual

♣  Harga jual akan mempengaruhi volume penjualan

♣  Volume penjualan akan mempengaruhi volume produksi

♣  Volume produksi akan langsung mempengaruhi biaya

Analisa Break Even berhubungan erat dengan budget, analisa break even dapat diterapkan dengan data hiatoris, tetapi akan sangat berguna bagi manajemen jika diterapkan pada data taksiran periode yang akan  datang.

Break Even dapat diartikan dengan suatu keadaan di mana dalam operasi perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi ( Penghasilan = Total Biaya )

Analisa Break Even tidak hanya semata-mata untuk mengetahui keadaan perusahaan yang break even saja, tetapi analisa break even dapat memberikan informasi kepada pimpinan perusahaan mengetai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkian memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

Penentuan Tingkat Break Even

            Untuk mengetahiu Tingkat Break Even, maka biaya yang terjadi harus dapat dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap/tidak berubah dalam tingkat out put tertentu, tetapi untuk satuan produksi akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan produksi.

Semakin besar hasil produksi maka biaya tetap persatuan akan semakin kecil dan semakin rendah hasil produksi maka semakin besar biaya tetap persatuan produksi.

Biaya Variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan naik turun sebanding dengan hasil produksi atau volume kegiatan, tetapi untuk setiap satuan produksi akan tetap

Untuk menentukan jumlah penjualan minimal yang harus dicapai agar perusahaan mencapai break even dapat ditentukan dengan rumus:

*) Hal ini dapat pula ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut:

                y = cx – bx – a    di mana     y = laba

                                                                     c = harga jual persatuan

                                                                     x = jumlah produk yang dijual

                                                                     b = biaya variabel persatuan

                                                                     a = biaya tetap

Untuk menentukan titk break even dalam rupiah dapat ditentukan dengan rumus:

Marginal income ratio adalah ratio antara marginal income dengan hasil penjualannya.

Marginal income adalah selisih antara hasil penjualan dengan biaya variabel


10
Mei
11

Analisa Sumber dan Penggunaan Kas

ANALISA SUMBER dan PENGGUNAAN KAS

A. Sifat Laporan Sumber dan Penggunaan Kas

Tujuan “laporan perubahan modal kerja” adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut, yang meliputi perubahan aktiva lancar dan hutang.

Tujuan “laporan perubahan kas atau lapran sumber dan penggunaan kas” adalah untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan kas dengan menunjukkan dari  mana  sumber-sumber kas dan penggunaannya.

Laporan sumber dan Penggunaan Kas dapat digunakan sebagai:

a.  menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada

b.  sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas dimasa yang akan datang

c.  sebagai kreditor, berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bungan atau mengembalikan pinjamannya.

B.  Sumber dan Penggunaan Kas

            Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yangpaling tinggi likwiditasnya. “Semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh perusahaan akan semakin tinggi tingkat likwiditasnya”. Tingkat likwiditas yang tinggi karena adanya kas dalam jumlah yang besar, berarti tingkat perputaran kas tersebut rendah dan mencerminkan over investment dalam kas dan perusahaan kurang efektiv dalam mengelola kas”

Sumber penerimaan kas dalam perusahaan, dapat berasal dari:

Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap (berwujud dan tidak berwujud), adanya penurunan aktiva tidak lancar yang diimbangi dengan penambahan kas

  1. Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas
  2. Pengeluaran surat tanda bukti hutang
  3. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas
  4. Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau deviden dari investasinya, sumbangan atau hadiah

Sumber pengeluaran kas dalam perusahaan, dapat berasal dari:

  1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangk apanjang serta adanya pembelian aktiva tetap lainnya
  2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengambilan kas perusahaan oleh pemilik perusahaan
  3. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang
  4. Pembelian barang dagang secara tunai
  5. Pengeluaran kan untuk pembayaran deviden, pajak, denda dan lainnya.

C.  Penyusunan Laporan Sumber dan Penggunaan Kas

Dapat dilakukan dengan cara meringkas jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas (dilakukan oleh internal analisis) dan menganalisa perubahan yang terjadi dalam laporan keuangan yang diperbandingkan antara dua periode (dilakukan oleh external analisis).

Transaksi yang tidak mempengaruhi uang kas:

  1. Adanya pengakuan atau pembebasan depresiasi, amortisasi dan deplesi terhadap aktiva tetap, intingiable assets dan wasting assets.
  2. Pengakuan adanya kerugian piutang baik cadangan kerugian piutang maupun tidak dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan sudah tidak dapat ditagih lagi.
  3. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki dan penghentian dari penggunaan aktiva tetap karena aktiva yang bersangkutan telah habis disusut dan atau tidak dapat dipaki lagi
  4. Adanya pembayaran stock deviden (deviden dalam bentuk saham), adanya penyisihan atau pembatasan penggunaan laba, dan adanya penilaian kembali (revluasi)terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

 D.  Penerapan Analisa Sumber dan Penggunaan Kas

            Tujuan penyusunan laporan sumber dan penggunaan kas adalah

        1.  Untuk mengetahui sumber kas yang diperoleh selama satu periode dan untuk para kas yang diterima tersebut.

            Hal tersebut sangat penting bagi banker’s dan para kreditor jangka pendek, karena dengan menganalisa sumber dan                                      penggunaan kas dapat diketahui kebijaksanaan manajement dalam mengelola sumber daya yang dana yang ada.

       2.  Maka akan diketahui atau dapat diperkirakan sumber kas dimasa yang akan datang

             Bila pada point satu dan point dua digabung maka kreditor dapat mengetahui jaminan serta kemampuan membayaryang dapat              diberikan oleh perusahaan yang bersangkutan.

SUMBER: Analisa Laporan Keuangan (Drs. H.S. Munawir, AK)


05
Apr
11

Analisa Perubahan Pendapatan

Analisa Perubahan Pendapatan

Pengertian Pendapatan

Pendapatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam setiap perusahaan. Pendapatan adalah suatu penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dikenala atau disebut dengan, penjualan, panghasilan jasa, deviden, royalti dan sewa.

Sumber Pendapatan

  1. Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang perusahaan.
  2. Hadiah, sumbangan
  3. Revaluasi aktiva
  4. Penyerahan produk perusahaan
  5. Transaksi modal

Dua Aspek Pendanaan:

Aspek Fisik : Pendapatan adlah hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba

Aspek moneter :Pendapatan adalah aliran masuk aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas.




05
Apr
11

Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

Analisa Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

A.  Pengertian sumber dan penggunaan dana

Penertian dana ada bermacam-macam diantaranya:

Pengertian pertama : Dana sama dengan modal kerja, baik dala arti modal kerja notto atau modal kerja bruto. Sehingga dengan demikian Laporan Sumber dan Penggunaan Dana menggambarkan suatu ringkasan sumber dan penggunaan modal kerja dan perubahan unsur-unsur modal kerja selama periode yang bersangkutan.

Pengertian kedua: Dana sama dengan Kas, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana menggambarkan suatu ringkasan sumber da penggunaan kas selama periode yang bersangkutan.

Pengertian ketiga : Dana adalah Net Monetary Assets, yaitu kas yang aktiva-aktiva kain yang mempunyai sifat   sama dengan kas.

Pengertian lain : Dana sama dengan aktiva yanbg dimiliki oleh perusahaan.

B.  Definisi  modal kerja

Modal kerja sangat penting bagi suatu perusahaan karena dengan modal kerja yang cukup, memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi dengan seekonomis mungkin dan perusahaan tidak mengalami kesulitan yang mingkin timbbul karena adanya krisis atau kekacauan keuangggan.

Modal kerja yang berlebihan, menunjukkan adanya dana yang tidak produktif dan menyebabkan kerugian pada perusahaan. Karena kesempatan memperoleh keuntungan disia-siaaakan. Modal kerja yang kekurangan, maka akan terjadi kegagalan pada perusahaan.

Tiga konsep modal kerja yang umum digunakan:

1. Konsep kwantitatip

Konsep ini menitik beratkan pada kwantum yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan peruasahaan dalam membiayai operasinya yang bersifat rutin, atau menunjukkan jumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah kativa lancar (gross working kapital).

Konsep ini tidak mementingkan kwalitas dari modal kerja (pembiayaan mmodal pemilik, hutang jangka panjang atau hutang jangka pendek), sehingga dengan modal kerja yang besar tidak mencerminkan margin of safety para kredur jangka pendek yang besar juga. Modal kerja yang besar tidak menjamin kelangsungan operasi yang akan datang, serta tidak mencerminkan likuiditas perusahaan yang bersangkutan.

2. Konsep kwalitatip

Konsep ini menitik beratkan pada kwalitas modal kerja. Dalam konsep ini Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek (net working capital ), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun dari pemilik perusahaan.

Konsep ini bersifat kwalitatip karena mnunjukkan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar dari pada hutang lancarnya (hutang jangka pendek) dan menunjukkan pula margin of protection atau tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek, serta menjamin kelangsungan operasi dimasa yang akan datang dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman jangka pendek dengan jaminan aktiva lancarnya.

3. Konsep fungsional

Konsep ini menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan. Dana yang dimiliki oleh perusahaan digunakan untukmenghasilkan laba sesuai dengan usaha pokok perusahaan dan untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang.

C.  Pentingnya modal kerja

Modal kerja yang cukup, harus mampu membiayai pengeluaran-pengeluaran operasi perusahaan sehari-hari, karena dengan modal kerja yang yang cukup maka akan menguntungkan perusahaan, perusahaan akan mampu beroperasi dengan lebih ekonomis dan efisien dan juga perusahaan tidak mengalami kesulitan keuangan.

Keuntungan lainnya:

  1. Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar.
  2. Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban tepat pada waktunya
  3. Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusaahaan untuk dapat menghadapi kesulitan yang akan terjadi
  4. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumen
  5. Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungka pada pelangggannya
  6. Perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien

Faktor-faktor penentuan modal kerja perusahaan:

  1. Sifat / type dari perusahaan
  2. Waktu yang dibutuhkan untuk memprodusir atau memperoleh barang yang akan dijual serta harga persatuan dari barang tersebut
  3. Syarat pembelian bahan atau barang dagang
  4. Syarat penjualan
  5. Tingkat perputaran persediaan

D. Sumber modal kerja

Pada dasarnya ‘modal kerja’ terdiri dari dua kelompok:

1. Bagian yang tetap atau permanen, yaitu jumlah minimum yang harus tersedia agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kesulitan keuangan

2. Jumlah modal kerja yang vaariabel, yaitu jumlahnya tergantung pada aktivitas musiman dan kebutuhna diluar aktivitas biasa.

Umumnya sumber modal kerja suatu perusahaan  berasal dari:

a.  Hasil operasi perusahaan

Jumlah net imcom yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba ditambah dengan depresiasi dan amortisas, jumlah ini menunjukkan jumlah modal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan. Jadi, jumlah modal kerja yang besal darioperasi perusahaan dapat dihitung dengan mangenalisa laporan perhitungan rugi laba perusahaan tersebut. Dengan adanya keuntungan atau laba dari usaha perusahaan, dan apabila laba tersebut tidak diambil oleh pemilik perusahaan makalaba tersebut akan menambah modal perusahaan yang bersangkutan.



b.  Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga (investasi jangka pendek)

c.  Penjualan aktiva tidak lancar

d.  Penjualan saham atau obligasi

Modal Kerja akan bertambah apabila :

1.   adanya kenaikan sumber sektor modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan.

2.   ada pengeluaran atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan kativa tetap meupun melalui proses depresiasi

3.   ada penambaham modal jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotek atau hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar.

E.  Penggunaan modal kerja

Pemakaiaan atau penggunaan modal kerja akan menyebabkan perubahan bentuk maupun penurunan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan, tetapi penggunaan aktiva lancar tidak selallu diikuti dengan berubah atau turunnyabjumlah modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.

Penggunaan aktiva lancar  yang dapat menyebabkan turunnya modal kerja adalah:

a)    Pembayaran biaya atau ongkos-ongkos operasi perusahaan, maliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan atau barang dagangan,supplies kantor dan pembayaran biaya-biaya lainnya.

Mengakibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan perusahaan yang bersangkutan .

b)   Kerugian yang diderita perusahaan karrena adanya penjualan suat berharga atau effek, maupun kerugian insidentil lainnya.

Mengakibatkan berkurangnya modal perusahaan.

c)    Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka panjang.

d)   Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap

e)   Pembayaran hutang-hutang jangka panjang (hutang hipotik, hutang obligasi atau hutang jangka panjang lainnya)

f)     Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi (prive)

Penggunaan aktiva lancar yang hanya menyebabkan berubahnya bentuk aktiva lancar :

a)    Pembelian effek (marketable securities) secara tunai

b)   Pembelian barang dagangan atau bahan-bahan lainnya secara tunai

c)    Perubahan suatu bentuk piutang ke benuk piutang yang lain.

F.  Laporan sumber dan penggunaan modal kerja

Laporan tentang perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana managemen mengelola perputaran modal kerjanya. Laporan ini dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang mungkin timbul dari managemen.

Laporan Perubahan Modal Kerja ini sering disebut dengan berbagai istilah “statement of sources and application of fund”, “statement of financial changes”, “statement of curent assets”, “where got, where gone statement”, “statement of changes in net working capital”.

Laporan perubahan modal kerja di bagi menjadi 2 bagian:

  1. Bagian Pertama, menunjukkan perubahan (kenaikan atau penurunan) yang terjadi untuk setiap jenis atau elemen modal kerja (perubahan masing-masig pos aktiva lancar dan hutang lancar) dan perubahan modal kerja secara total

2. Bagian Kedua, menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja atau sebab-sebab terjadinya perubahan modala kerja.

 

Sumber: Buku Analisa Laporan Keuangan (Drs.S.Munawir)


01
Mar
11

Ruang Lingkup Laporan Keuangan dan Analisa Trend

RUANG LINGKUP LAPORAN KEUANGAN

Arti penting “Laporan Keuangan”

Laporan Keuangan pada mulanya hanya sebagai alat penguji dari pekerjaan pembukuan, tetapi selanjutnya Laporan Keuangan juga digunakan sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan dari hasil yang dicapai suatu perusahaan tersebut.

Laporan Keuangan adalah hasil dari suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data aktivitas perusahaan tersebut.

Pihak-pihak yang berkepentingan:

Pemilik perusahaan dapat menilai sukses atau tidaknya manjer dalam memimpin perusahaannya dan kesuksesan seorang manajer biasaya diukur dengan laba yang diperoleh.

Laporan Keuangan diperlukan oleh pemilik perusahaan untuk menilai hasil-hasil yang telah dicapai, dan untuk menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai dimasa yan akan datang sehingga bisa menaksir bagian keuntungan yang akan diterima dan perkembangan harga saham yang dimilikinya.

Manajer/Pimpinan Perusahaan yang terpenting adalah Laporan Keuangan tersebut merupakan alat untuk mempertanggung jawabkan kepada para pemilik perusahaan atau kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Laporan Keuangan dapat digunakan management untuk:

  1. Mengikuti tingkat biaya dari berbagai kegiatan perusahaan
  2. Untuk menentukan/mengukur efisiensi tiap-tiap bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaanyang bersangkutan.
  3. Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap-tiap individu yang telah diserahi wewenang dan tanggung jawab
  4. Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan atau prosedur yang baru untuk mencapai hasi yang lebih baik.

Analisa yang dilakukan oleh management adalah “analisa intern”.

Para Investor (penanam modal jangka panjang) bankers maupun kreditur sangat memerlukan laporan keuangan perusahan dimana mereka menanamkan sahamnya dan digunakan untuk menentukan langkah-langkah yang harus ditempuhnya.

Para Kreditur/Banker . Posisis / kedaan keuangan perusahaan peminta kredit dapat diketahui melalui penganalisaan pelaporan laporan keuangan perusahaan tersebut. Kreditur jangka panjang ingin mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya dan beban-beban hutangnya, juga untuk mengetahui apakah kredit yang kan diberikan itu cukup mendapat jaminan dari perusahaa tersebut. Analisa itu disebut analisa ekstern.

Pemerintah. Tempat pemerintahan bordomilisi atau berada sangant berpengaruh dengan laporan keungan perusahaan tersebut, disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus di bayar oleh perusahaan juga sangant diperlukan oleh Biro Pusat Statistik, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja untuk dasar perencanaan pemerintah.

Pengertian Laporan Keuangan

Akuntansi adalah seni daripada pencatatan, penggolongan dan peringkasan daripada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan petunjuk atau dinyatakan dalam uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya.

Menurut “Myer dalam bukunya Financial Statement Analysis” Laporan Keuangan adalah:

“Dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi kuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi-laba. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahakan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan)’.

Syarat Laporan Keuangan

Laporan keuangan bersifat historis dan menyeluruh sebagai suatu progres report laporan keuangan, yang terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara:

  1. Fakta yang telah dicatat (record fact),
  2. Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan didalam akuntansi (accounting convention and postulate),
  3. Pendapat pribadi (personal judgement).

Baik prosedur, anggapan, kebiasaan atau suatu prinsip yang telah digunakan haruslah dipertahankan secara terus-menerus atau secara konsisten dari tahun ketahun. Namun tidak berati tidak boleh dirubah tetapi jika management perusahaan ingin mengubahnya, maka harus dijelaskan didalam laporan keuangannya sehingga meraka yang membaca laporan keuangan tersebut dapat mengetahuinya dengan jelas dasar mana yang digunakan oleh perusahaan.

Keterbatasan Laporan Keuangan

  1. Laporan keuang yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interim report (Laporan keuang yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final.
  2. Laporan keuangan menunjukkan angka dalam  rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang sewaktu waktu dapat berubah.
  3. Laporan keungan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi kuangan dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu, dimana daya beli (purchasing power) uang tersebut semakin menurun, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
  4. Laporan keuangnan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau kedaan keungan perusahaan, karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dalam satuan uang (dikwantifisir).

Peranan Pemeriksaan Laporan Keuangan

Laporan keuangn yang telah diperikasa / diaudit oleh Akuntan Publik/Umum lebih penting, karena laporan tersebut telah dibandingkan atau telah dicocokkan dengan catatan-catatan akuntansinya oleh akuntan yang bebas (independent) terhadap management perusahaan. Akuntan umum setelah mengadakan penelitian dengan standar dan prosedur  pemeriksaan yang lazim, akan memberikan pendapatnya akan kewajaran lporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan, bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim dan telah diterapkan secara konsisten dari tahun ketahun

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut “Standar Akuntansi Keuangan” yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia(IAI) adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Posedur Analisa Laporan Keuangan

Sebelum menganalisa laporan keuangan kita harus benar2 memahami laporan keuangan tersebut. Penganalisaan harus menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang etercermin dalam laporan keuangan tersebut, agar adapt menganalisan laporan keuangan dengan hasil yang memuaskan maka perlu mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut.

Penganalisaan juga harus memiliki kemampuan atau kebijaksanaan yang cukup dalam mengambil suatu kesimpulan, disamping harus memperhatikan danmempertimbangkan perubahan-perubahan kondisi perusahaan juga harus mempertimbangkan perubahan tingkat harga-harga  yang terjadi. Oleh karena itu sebelum mengadakan perhitungan , analisa dan interpretasi harus mempelajari atau mereview secara menyeluruh, dan juga melakukan penyusunan secara menyaluruh jika dibutuhkan.

Setelah itu baru dilakukan perhitungan-perhitungan dengan menggunakan metode dan teknik analisa yang tepat sesuai dengan tujuan analisa.

Metode dan Teknik Analisa

Digunakan untuk mentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada di dalam laporan, sehingga dapat mengetahui perubahan pada setiap pos tersebut bila dibandingkan dengan laporan beberapa periode untuk suatu perusahaan tertentu atau dengan laporan keungan lainnya.

Tujuan metode dan teknik analisa adalah untuk mnyederhanakan data sehhingga dapat lebih dimengerti.

Metode analisa ada dua, yaitu analisa horizontal dan analisa vertikal.

Analisa Horizontal ( Metode Analisa Dinamis ) adalah analisa dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan dengan beberapa periode sehingga dapat diketahui perbandingannya.

Analisa Vertikal ( Metode Analisa Statis ) adalah analisa hanya meliputi satu periode atau satu waktu laporan keuangan saja, dengan memperbandingkan antara pos satu dengan pos yang lainnya dalam satu periode laporan keuangan, sehingga hanya diketahui hasil hasil analisa dari satu periode saja tanpa mengetahiu perkembanganannya.

Teknik analisa yang biasa digunakan:

  1. Analisa Perbandingan Laporan Keuangan, adalah cara perbandingan dua laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dapat diketahui perubahan yang terjadi dan perubahan mana yang membutuhkan penilitian lebih lanjut.
  2. Trend/ tertendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam presentase (trens presentase analysis), adalah mengetahui tendensi keadaan keuangan perusahaan apakah naik atau turun.
  3. Laporan dengan presentase perkomponen/ commen size statement, adalah suatu methode analisa untuk mengetahui presentase pada masing-masing aktivanya.
  4. Analisa Sumber Penggunaan dan Modal Kerja, adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber-sumber penggunaan modal kerja dan berubahnya modal kerja dlam periode tertentu.
  5. Analisa Sumber dan Penggunaan Kas (Cash Flow Analysis) adalah untuk mengetahui sebab berubahnya jumlah uang kas atau mengetahui sumber penggunaan uang kas selama periode tertentu.
  6. Analisa Ratio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dan neraca atau laporan laba/rugi secara kombinasi atau individu atau kombinasi dari keduanya
  7. Analisa Perubahan Laba Kotor (gross provit analysis) adalah snalisa untuk mengetahui sebab perubahan laba kotor dari tiap periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
  8. Analisa Break Even adalah analisa untuk menentukan tingkat enjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan.

Metode Analisa yang Dibandingkan

Neraca menunjukkan aktiva, hutang dan modal. Neraca yang diperbandingkan (Comparative Balence Sheet) menunjukkan aktiva, hutang dan modal pada tanggal tertentu untuk dua perusahaan yang berbeda.

Membandingkan neraca untuk dua tanggal yang berbeda maka akan dapat diketahui perubahan-perubahannya., untuk mengetahui seberapa jauh perubahan yang terjadi pada perusahaan. Suatu perubahan dapat terjadi karena:

  1. Laba atau rugi yang bersifat prasional maupun yang isidentil
  2. Diperolehnya kativa baru atau perubahan bentuk aktiva
  3. Adanya perubahan bentuk hutang
  4. Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal saham..

Laporan keuangan yang dianalisa dengan membandingkan laporan beberapa peiode tertentu dengan menggunakan metode horizontal atau metode vertikal.

Bentuk Laporan Keuangan yang Diakui oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Bentuk laporan menurut IAI harus memenuhi norma-norma pemeriksaan laporan keuangan, maka laporan keuangan harus:

  1. Memberikan informasi keuangan secara kuantatif
  2. Menyajikan informasi yang dapat dipercaya mengenai posisi keuangan dan perubahan kekayaan bersih peruasahaan
  3. Menyajikan informasi keuangan yang dapat membantu para pemakai dalam menaksir kemampuan memperoleh laba dari perusahaan
  4. Menyajiakn informasi lain yan diperlukan mengenai perubahan harta dan kewajiban
  5. Mencapai mutu yang relevan, jelas dan dapat dimengerti, dapat diuji kebenarannya, mencerminkan keadaan sebenarnya, dapat dibandingkan, lengkap dan netral

Sehubungan dengan bentuk Laporan Keuangan suatu perusahaan, maka Mentri Keuangan dengan keputudannya no.108/KMK.07/1979 memberikan Pedoman Bentuk dan Isi Laporan Keuangan.

Analisa Trend dan Analisa Presentase Komponen

ANALISA TREND

Analisa trend adalah suatu metode analisis yang ditunjukkan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang .

Untuk melakukan peramalan dengan baik dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak diamati dalam periode yang relatif cukup panjang, sehingga hasil analisis tersebut dapat diketahui sampai berapa besar flugtuasi yang terjadi dan faktor-faktor apa saja yang mempengarihi terhadap perubahan tersebut. Semakin banyak data yang dikumpulkan maka semakin baik pula estimasi yang diperoleh

ANALISA COMMOND SIZE

Analisa common size adalah suatu teknik untuk melihat struktur keuangan perusahaan dengan cara mengkonfersi lapoan keuangan kedalam laporan bentuk common size (presentase per komponen) dengan menggunakan denominator persentase.

Analisa common size dilakukan untuk mengetahui presentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktivanya, sruktur permodalan dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan penjualannya.

Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya dan hutangnya yang ada dengan menggunakan sebuah aset yang dimilikinya.

LIKUIDITAS

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya/ kewajiban yang harus dibayar dengan harta lancarnya.

Likuiditas diukur dengan rasio kativa lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%. Ukuran likuiditas perusahaan menggambarkan tingkat likuiditas perussahaan, ditunjukkan dengan rasio kas(kas terhadap kewajiban lancar).

Ratio Likuiditas antara lain terdiri dari:

Current ratio adalah membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancar

Quik ratio adalah membandingkan antara (total aktiva lancar-inventory) dengan kewajiban lancar.

Profitablitas

Profitablitas atau kemampuan memperoleh laba adalah suatu ukuran dalam persentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima.

Angka profitablitas dinyatakan dalam  laba sebelum atau sesudah pajak, laba investasi, pendapatan persaham dan laba penjualan. Nilai profitablitas menjadi norma ukuran bagi kesehatan perusahaan.

 

daftar pustaka: Analisa Laporan Keuangan, Munawir dan http://www.wikipedia.com

31
Des
10

Motivasi bag2

Jangan Bersedih Atas Apa Yang Masih Mungkin Akan Terjadi

Dalam kitab Taurat disebutkan bahwa kebanyakan hal yang banyak ditakuti tidak pernah terjadi. Ini berarti, kebanyakan kekhawatiran seseorang itu idak akan terjadi. Karena, dalam otak manusia memang lebih banyak khayalan dari pada kebenaran yang  pasti terjadi.

Seorang penyair mengatakan,

Aku berkata pada kalbu ku saat didera rasa takut yang mengejutkan, “Bergembiralah, sebab kebanyakan hal yang kautakuti adalah dusta”

Artinya:

Manakala peristiwa terjadi pada diri anda, atau anda mendengar ramalan suatu bencana, anda tidak perlu resah, cemas dan bersedih. Sebab, berita-berita dan kemungkinan-kemungkinan itu tidaklah benar. Jika ada yang mampu mengubah takdir, paastilah akan mencarinya. Namun jika tidak,maka tinggal takdir itu harus anda sikapi.

*Dan, aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka Allah memeliharanya, dari kejahatan tipu daya mereka*

(QS. Al-Mu’min: 44-45)

31
Des
10

Akuntansi Sektor Publik

Analisa Investasi Publik

A. Program Investasi

Keputusan Investasi publik diperlukan  untuk mendukung pelaksanaan pogram, kegiatan dan fungsi mnejadi prioritas kebijakan. Pengeluaran investasi publik harus mendapatkan perhatian yang lebih besar dibandingkan pengeluaran rutin karena, pengeluaran investasi memiliki efek jangka panjang, sedangkan pengeluaran rutin berdampak jangka pendek. Kesaslan dalam pengambila keputusan investasi tidak hanya berdampak pada anggaran tahun berjalan, namun juga akan membebani annggaran tahun-tahun berikutnya.

Investasi publik memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi. Penganggaran Modal/ Investasi adalah proses untuk menganalisis proyek-proyek dan mememutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggran modal / investasi. Agar mekanisme pengaturan proyek investasi publik dapat lebih efisien dan efektif, maka perlu dilakukannya anilisis investasi secara mendalam. Analisis investasi berhubungan erat dengan penganggaran fungsional, alokasi sumberdaya, dan praktek manajemen keuangan di sektor publik. Program investasi sektor pablik merupakan bentuk dari dual budgeting, yaitu pemisahan anggaran modal / investasi dari anggaran rutin.

Dikebanyakan negara berkembang, anggaran pembanguan dan anggaran rutin dipisahkan. Fokus perhatian ditunjukkan hanya untuk mengintegrasikan kebijakan dengan pengeluaran manjemen. Dalam prakteknya terdapat permasalahan yang sulit diselesaikan, diantaranya adalah :

  1. Memastikan bahwa program investasi publik yang diajukan merupak program yang komperhensif
  2. Memperkirakan pengeluaran yang dibutuhkan dimasa yang akan datang
  3. Mengevaluasi relevensi proyek-proyek yang ada
  4. Mengembangkan analisis dan perencanaan untuk pengeluaran investasi dan pengeluaran rutin

Sebelum pengambilan keputusan pemerintah harus melakukan evaluasi untuk menentukan kebutuhan investigasi yang diperlukan, yang mencangkup:

  1. Inventarisasi investigasi
  2. Inventarisasi investigasi memuat daftar nama dan jenis investigasi, nilai investasi, kondisi barang modal yang saat ini ada, apakah baik ataukah buruk.
  3. Cakupan layanan dengan tingkat investasi yang sekarang ada
  4. Tambahan cakupan layanan yang dibutuhkan saat ini dan yang akan datang
  5. Inventarisasi kebutuhan investasi
  6. Evaluasi kelayakan investasi
  7. Kriteria kelayakan investasi, meliputi aspek-aspek teknis, sosil-budaya, finansial, ekonomi dan aspek didtribusi.

Penghitungan kelayakan investasi dapat dialkukan dengan cara mengunakan alat analisis, misalnya: NPV, IRR, ARR, PP, (Pay Back Period),Cost benefit Analysis, dan Cost Efectiveness Analysis.

B. Penentuan Kebutuhan Investasi Publik

Penentuan kebutuhan investasi publik berkaitan dengan jumlah anggaran yang akan ditetapkan baggi masing-masing unit organisasi. Analisis yang mendalam sebelum dilakukan investasi sangat penting dialakukan karena investasi publik berkaitan erat dengan masalah transparasi dan kewajaran negara. Penentuan kebutuhan investasi publik terkait dengan dua kegiatan, yaitu peningkatan kuantitas investasi dan peningkatan kualitas investasi.

Ada beberapa cara dalam menggolongkan usul-usul investasi. Salah satu yang golongnnya adalah:

  1. Investasi Penggantian
  2. Investasi Penambahan  Kapasitas
  3. Investasi Baru

Pengeluaran investasi untuk penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat barang modal. Bila umur ekonomi barang modal telah habis maka perlu pembelian barang modal untuk penggantinya. Penilaian investasi publik perlu mempertimbangkan umur tekhnis dan umur ekonomis dari barang modal yang akan dibeli. Umur ekonomi terkait dengan pemikiran waktu efektif suatu barang modal dapat memberikan manfaat dan sampai kapan mampu memberikan manfaat.

Investasi penambahan barang modal perlu dilakukan bila terjadi tuntutan peningkatan cakupan pelayanan. Investasi dapat juga berupa investasi baru, dengan memperhatikan aspek kelayakan Investasi.

C. Aspek Kelayakan Informasi

  1. Aspek tekhnis
  2. Aspek Sosial Budaya
  3. Aspek Ekonomi dan Fianansial
  4. Aspek Distribusi

Aspek tekhnis adalah bagian yg sangat penting dan jika suatu usulan investasi dianggap tidak layak  maka investasi tersebut harus ditolak

Untuk menganalisis Investasi Sektor Publik dapat dilakukan dengan menggunakan tekhnik yang biasa digunakan pada sektor suasta. Methode yang biasa digunakan adalah ROCE, DCF/ Aliran Kas yang Didiskontokan, NPV/Net Present Value, IRR/ Internal Rate of Retrun, cost-benefit analiysist dan cost-effectiveness analysis.